Langsung ke konten utama

Tuhan, Aku Resah

Kuterdiam di pikiran kosong

Menatap hampa jemari kecilku

Terniang di kepalaku akannmu

Mendengar kisah baru dengan peri barumu

 

Tak mampu kumenahan air mata

Kuteteskan butiran berlian di pipi merahku

Kuhusap tapi muncul lagi

Berlian kosong, rasa yang terdampar

 

Kuteringat akan kisah kita di rumah cinta itu

Tatapanmu adalah kekuatanku

Hingga kutahu bagaimana caramu tertawa

 

Kuresah tanpamu

Kuhampa tanpa dekapanmu

 

Otak dan hatiku bertolak belakang

Hatiku mengingatmu, tapi otak berkata lain

Benih cinta yang tertanam sudah berbuah

 

Ah aku cinta

Biarlah kuresah

Karna cinta memang tak bisa memiliki

 Hingga Tuhan bertindak

Kita tak layak disatukan dalam janji manis

 

Aku dengan Tuhanku

Kau dengan Tuhanmu

 

Selamat tinggal kasih...

Sampai jumpa di masa depan

Semoga kita bisa disatukan bersama Tuhan yang sama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Manis di Secangkir Kopi Pahit

Kuseruput kopi pahit panis di tengah langit sore yang menangis Kembali kuteguk sembari memandang perih keluar jendela Masih terngiang kalimat manismu "Hai Adekku." "Aku penggemar setiamu." "Adeku, sudah makan?" Rayuan indah yang menghujam jantungku Membujuk dan menggelitikku Kalimat sederhana yang membuka gerbang hatiku Lambat laun namun pasti, kumenyukai semua yang ada padamu Tampak urat nadimu yang timbul ketika menyentuh jemari tanganku Senyumanmu yang membuatku diam membeku Kecup manismu masih membekas di bibirku Dekap hangat badanmu memberikan rasa nyaman di dadaku Kau.. Ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah kumiliki Waktu memberikanku kesempatan untuk mencintaimu Menikmati proses manisnya cinta dan pahitnya rindu Diam seribu bahasa, menangis sendu, adalah ungkapan rinduku yang tertimbun saat kau jauh dariku Aku bukanlah wanita sempurna yang mampu mengisi kekuranganmu Kini, segala rasa yang kita...

Bual

Spontan kutertegun Mendengar pernyataan cinta yang sederhana Sebuah kata klasik aku sayang kamu Untaian kata yang menarik tapi menusuk Aku tak pernah menyangka Jika kumendengar degungan itu dari pria bertuan sepertimu Aku benci dengan segala keadaan yang ada Aku benci dengan rasa ini Karena kutahu itu semua bual

Bunga Luka

Kau ibaratnya bunga Memiliki kelopak indah nan cantik Berwarna pelangi harum pertiwi Berbatang kokoh bak batu Watak keras penuh keegoisan Berdaun hijau dan berulat Berakar panjang dan tak teraih Kau berduri, perih jika tertusuk Memberi luka dan berdarah Menghasilkan air mata dan meringis Namun kau berwarna Merah darah, putih kertas Kau indah tapi sakit Kau bunga lukaku