Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

SURAT KEPADA PRESIDEN

Indonesia, 23 April 2014 Kepada YTH Calon Presiden Republik Indonesia Di tempat             Selamat pagi dan salam sejahtera,             Kepada calon Bapak Presiden yang terhormat, kami sangat senang jika melihat Bapak terpilih menjadi  Presiden Republik Indonesia. Kami berharap Bapak menjadi Presiden yang lebih baik dibandingkan Presiden sebelumnya. Kami juga yakin visi dan misi yang telah Bapak suarakan akan Bapak realisasikan terutama dibidang pendidikan. Pemerintah telah menetapkan APBN untuk sektor pendidikan sebesar 20% namun tidak ada implementasi dari seruan yang telah terucapkan. Kami melihat banyak sekali anak-anak yang tidak sekolah karena ekonomi lemah bahkan banyak yang menjadi punggung keluarga mereka demi mencari sesuap nasi. Mereka harus menjadi pengemis, pengamen, penjual rokok dan masih banyak lagi. Sangat miris melihat keadaan anak-a...

Pemimpin Baru, Harapan Baru

Pemilu 9 April 2014 telah dilaksanakan dengan baik pada beberapa daerah, meskipun masih menuai kontraversi. Pada beberapa daerah, dilakukan pemilihan ulang dikarenakan banyaknya warga yang memilih lebih dari sekali. Di sisi lain, hasil  quick count  yang telah dilaksanakan membuat beberapa caleg yang berimpian menduduki kursi singgasana Indonesia, kini berada pada rumah perisitirahatan ‘caleg stress’. Bahkan ada caleg yang berteriak sambil membuka pakaian dan berharap uang yang telah diberi dapat dikembalikan.          Sungguh miris melihat perilaku para calon pemimpin yang seharusnya menjadi panutan, yang nyatanya kini seperti anak-anak yang menangis karena mainannya direbut oleh orang lain. Jika melihat kecarut-marutan yang terjadi, sistem  money politic  masih menjajahi perilaku pemimpin yang ada di Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan pemimpin yang telah menang pada pemilihan umum kemarin merupakan hasil konspirasi antara masyarakat k...

Saya Hanyalah Orang Bodoh

            Pemilu calon legislatif yang berlangsung 9 April 2014 kemarin memberikan nuansa yang menarik bagi sebagian kalangan orang. Maraknya money politic yang terjadi pada masa kampanye menjadi sumber dari kecarut-marutan pada berbagai daerah. Hasil quick count juga menjadi sumber dari kegilaan banyak orang. Pada beberapa daerah, setelah perhitungan dilakukan ada caleg yang datang dan teriak histeris sambil meneriakkan “ Kembalikan uang saya. Kembalikan uang saya! ”             Miris bukan? Sikap yang gila kekuasaan merupakan tujuan utama dari banyak orang di negeri ini. Berkuasa dan mempunyai uang banyak, dapat dicapai jika tokoh tersebut memiliki jabatan yang tinggi. Sikap ini sudah menjadi kebudayaan turun-temurun dari pemimpin terdahulu. Visi dan misi yang dilontarkan untuk kepentingan rakyat hanyalah menjadi sebuah paradigma yang disuarakan untuk membuli masyarakat. Banyaknya wakil r...

Ketika Golput Menjadi Pilihan

“ Aku golput karena golput adalah  pilihan” Tahun 2014 katanya disebut tahun bencana. Namun bagi pihak lain, tahun 2014 adalah tahun politik. Tahun untuk mengumpulkan kas negara di lumbung padi tercinta. Namun, ada juga yang menyebut tahun ini adalah saat untuk menunjukkan cinta tanah air kepada bangsa dan negara dengan menjadi wakil rakyat. Momentum apakah yang akan terjadi? Momentum besar yang akan mengguncang Indonesia adalah pemilihan umum calon wakil rakyat negara paripurna ini. Hingar bingar yang mencuak di kalangan politis untuk menjadi wakil rakyatpun akhirnya muncul di telinga masyarakat. Kisah filantropi pemerintah dengan masyarakat ternyata hanya sebuah sandiwara untuk memuaskan hasrat para tikus negara ini. Semakin lama, akhirnya masyarakat sadar bahwa selama ini mereka diperdaya janji manis di mulut belaka. Masyarakat yang merasa tertipu dengan omong kosong pemerintah mencoba untuk lebih memilih wakil rakyat dengan lebih hati-hati Beralih kepada pemuda Indones...

Negaraku, Malangku

Beberapa hari yang lalu, saya membaca koran Tempo (10/04). Media ini mewawancarai salah satu tokoh yaitu Joseph Haddad, Direktur Utama Owens-Illinoos Jakarta. PT Kangar Consolidated Industries ini bergerak di bidang wadah kaca. Perusahaan yang menghasilkan 2,3 juta botol kaca per hari ini sudah bertahan di Indonesia mulai dari tahun 1973. Sekitar 43 tahun, perusahaan ini telah menggenjot produksi yang dilakukan untuk memuaskan hasrat para pemilik utama dan rekan-rekannya yang telah berinvestasi di negara tercinta ini. Mirisnya, kompetitor utama perusahaan ini adalah perusahaan BUMN dan PT. Iglas. Sebagaimana kita ketahui, perusahaan BUMN yang dikenal masyarakat tidak bekerja semaksimal mungkin. Contoh kecil saja, PT Merpati Nusantara Airlines yang kini jatuh terpuruk dan sembunyi entah dimana. Merugikan masyarakat dan membuat geram ketika PT yang bekerja dibidang penerbangan ini berhenti begitu saja tanpa membuat pemberitahuan. Banyak masyarakat yang kurang mengenal anak perusahaan ...

Ketika Capres Merampas..

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke kota Bogor. Sepanjang perjalanan saya terkejut melihat banyaknya spanduk dan pamflet yang bertebaran untuk mendukung beberapa calon presiden dari konvensi partai Demokrat dan partai lainnya. Sungguh miris karena pamflet dan spanduk yang bertebaran tersebut tidak berada pada tempat yang seharusnya. Jalanan yang seharusnya digunakan penjaja kaki kini dirampas dengan seenaknya. Belum lagi dengan rusaknya mata karena harus melihat banyaknya pamflet mereka yang menyilaukan. Tindakan yang seronok ini sepertinya tidak mengundang perhatian dari warga Bogor. Namun saya sebagai pengunjung kota ini merasa terusik dengan tindakan menyuarakan nama mereka kepada masyarakat. Selain itu, banyak pamflet dan spanduk dari calon presiden yang tersebar masih konvensi dari partai mereka. Mereka belum ditetapkan sebagai calon tunggal dari partai yang mengharumkan nama mereka.  Menyuarakan suara mereka sebagai calon presiden hal yang sangat wajar. Hal yang me...