Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Ketika Golput Menjadi Pilihan

“ Aku golput karena golput adalah  pilihan” Tahun 2014 katanya disebut tahun bencana. Namun bagi pihak lain, tahun 2014 adalah tahun politik. Tahun untuk mengumpulkan kas negara di lumbung padi tercinta. Namun, ada juga yang menyebut tahun ini adalah saat untuk menunjukkan cinta tanah air kepada bangsa dan negara dengan menjadi wakil rakyat. Momentum apakah yang akan terjadi? Momentum besar yang akan mengguncang Indonesia adalah pemilihan umum calon wakil rakyat negara paripurna ini. Hingar bingar yang mencuak di kalangan politis untuk menjadi wakil rakyatpun akhirnya muncul di telinga masyarakat. Kisah filantropi pemerintah dengan masyarakat ternyata hanya sebuah sandiwara untuk memuaskan hasrat para tikus negara ini. Semakin lama, akhirnya masyarakat sadar bahwa selama ini mereka diperdaya janji manis di mulut belaka. Masyarakat yang merasa tertipu dengan omong kosong pemerintah mencoba untuk lebih memilih wakil rakyat dengan lebih hati-hati Beralih kepada pemuda Indones...

Negaraku, Malangku

Beberapa hari yang lalu, saya membaca koran Tempo (10/04). Media ini mewawancarai salah satu tokoh yaitu Joseph Haddad, Direktur Utama Owens-Illinoos Jakarta. PT Kangar Consolidated Industries ini bergerak di bidang wadah kaca. Perusahaan yang menghasilkan 2,3 juta botol kaca per hari ini sudah bertahan di Indonesia mulai dari tahun 1973. Sekitar 43 tahun, perusahaan ini telah menggenjot produksi yang dilakukan untuk memuaskan hasrat para pemilik utama dan rekan-rekannya yang telah berinvestasi di negara tercinta ini. Mirisnya, kompetitor utama perusahaan ini adalah perusahaan BUMN dan PT. Iglas. Sebagaimana kita ketahui, perusahaan BUMN yang dikenal masyarakat tidak bekerja semaksimal mungkin. Contoh kecil saja, PT Merpati Nusantara Airlines yang kini jatuh terpuruk dan sembunyi entah dimana. Merugikan masyarakat dan membuat geram ketika PT yang bekerja dibidang penerbangan ini berhenti begitu saja tanpa membuat pemberitahuan. Banyak masyarakat yang kurang mengenal anak perusahaan ...

Ketika Capres Merampas..

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke kota Bogor. Sepanjang perjalanan saya terkejut melihat banyaknya spanduk dan pamflet yang bertebaran untuk mendukung beberapa calon presiden dari konvensi partai Demokrat dan partai lainnya. Sungguh miris karena pamflet dan spanduk yang bertebaran tersebut tidak berada pada tempat yang seharusnya. Jalanan yang seharusnya digunakan penjaja kaki kini dirampas dengan seenaknya. Belum lagi dengan rusaknya mata karena harus melihat banyaknya pamflet mereka yang menyilaukan. Tindakan yang seronok ini sepertinya tidak mengundang perhatian dari warga Bogor. Namun saya sebagai pengunjung kota ini merasa terusik dengan tindakan menyuarakan nama mereka kepada masyarakat. Selain itu, banyak pamflet dan spanduk dari calon presiden yang tersebar masih konvensi dari partai mereka. Mereka belum ditetapkan sebagai calon tunggal dari partai yang mengharumkan nama mereka.  Menyuarakan suara mereka sebagai calon presiden hal yang sangat wajar. Hal yang me...