Langsung ke konten utama

Nikmatnya Darah Domba

Pesona gadis memang luar biasa
Lemah gemulai itu cirinya
Bertaburkan bedak, beroleskan lipstik merah muda
Mengenakan rok dengan isi yang masih tertutup
Jika sudah terbuka, bukan gadis namanya, Wanita

Pulang sekolah, serigala mengadu rayu si domba
“Aku akan menikahimu, percayalah padaku”
Bersenggama beralaskan meja sekolah SMA
Hingga darah menjadi saksi, pertempuran dimenangkan si air mani

Kencan total  terjadi berkali-kali
Memainkan dada, berdesahkan amarah
Berbekaskan cupang di leher
Bertempatkan gubuk di ladang

Perkumpulan anak muda memamerkan kejantanannya
Si pria tertawa dengan bangga, “Aku sudah menikmatinya”
Hingga selaput dara memberi kuasa nama kepada hawa
Perawan suci, bolong lonte

Nikmat seksual bukan jadi alasan untuk bersatu
Kelinci putih lebih merona
Saatnya mengejar, meninggalkan domba yang sudah lusuh
Si wanita menangis, “Aku bodoh sudah memberikannya”
Sakit di dada, remuk jiwanya, hancur masa depannya
Slogan perek sudah terlontar
Namun, apa daya..

Bulir air mata terjatuh, namun tak bersuara
Hati yang berdarah, ngilu rasanya
Satu dua pil ditenggaknya, tak mempan
Tiga, empat, tujuh, sepuluh, dua puluh,  ditenggaknya
Fly.. Fly.. Fly..

Si domba menyerah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Manis di Secangkir Kopi Pahit

Kuseruput kopi pahit panis di tengah langit sore yang menangis Kembali kuteguk sembari memandang perih keluar jendela Masih terngiang kalimat manismu "Hai Adekku." "Aku penggemar setiamu." "Adeku, sudah makan?" Rayuan indah yang menghujam jantungku Membujuk dan menggelitikku Kalimat sederhana yang membuka gerbang hatiku Lambat laun namun pasti, kumenyukai semua yang ada padamu Tampak urat nadimu yang timbul ketika menyentuh jemari tanganku Senyumanmu yang membuatku diam membeku Kecup manismu masih membekas di bibirku Dekap hangat badanmu memberikan rasa nyaman di dadaku Kau.. Ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah kumiliki Waktu memberikanku kesempatan untuk mencintaimu Menikmati proses manisnya cinta dan pahitnya rindu Diam seribu bahasa, menangis sendu, adalah ungkapan rinduku yang tertimbun saat kau jauh dariku Aku bukanlah wanita sempurna yang mampu mengisi kekuranganmu Kini, segala rasa yang kita...

Bual

Spontan kutertegun Mendengar pernyataan cinta yang sederhana Sebuah kata klasik aku sayang kamu Untaian kata yang menarik tapi menusuk Aku tak pernah menyangka Jika kumendengar degungan itu dari pria bertuan sepertimu Aku benci dengan segala keadaan yang ada Aku benci dengan rasa ini Karena kutahu itu semua bual

Bunga Luka

Kau ibaratnya bunga Memiliki kelopak indah nan cantik Berwarna pelangi harum pertiwi Berbatang kokoh bak batu Watak keras penuh keegoisan Berdaun hijau dan berulat Berakar panjang dan tak teraih Kau berduri, perih jika tertusuk Memberi luka dan berdarah Menghasilkan air mata dan meringis Namun kau berwarna Merah darah, putih kertas Kau indah tapi sakit Kau bunga lukaku