Rindu Aku masih ingat Tatapan dalam pertamamu mengutarakan cinta Mengetuk museum hatiku yang sudah terkubur ratusan masehi Hangat dekap pelukmu kurasakan di setiap musim Tawa bahagia, bergandeng tangan, meski peluh keringat di dahimu Kini.. Ikatan ratusan bunyi lonceng gereja itu punah sudah Kesedihan kembali bersarang di hatiku Tatapan dinginmu, menimbulkan Luka di sela-sela tangisanku Kupandang dari jauh, tawamu penuh sumringah Lesung pipimu semakin dalam Kedua bola pingpongmu membesar Tatapan cintamu lebih dalam Ah.. Kau sangat bahagia Bahagia dengan ratumu Hai pria hormon serotohinku Aku rindu