Aku termenung,
Tumpukan kertas itu tersenyum licik
Seketika kudengar soonggok pembunuh jiwa dengan bahagianya
Ah ingin kubakar saja,
Bukan kertasnya
Namun, siculas berambut hitam itu
Seketika kudengar soonggok pembunuh jiwa dengan bahagianya
Ah ingin kubakar saja,
Bukan kertasnya
Namun, siculas berambut hitam itu
Digerogoti, bukan dikembangkan
Dibodohi bukan diperjuangkan
Ketika lubang hitam itu membesar,
Akan ada pemberontakan besar dari jiwa yang diperbudak
Akan ada pemberontakan besar dari jiwa yang diperbudak
Kunikmati jeruk asam yang berasa buruk di lidahku
Kukecap dan kurasakan, ini akhir dari rasa itu
Biarlah kepahitan itu bersemayam di lambungku,
Kukecap dan kurasakan, ini akhir dari rasa itu
Biarlah kepahitan itu bersemayam di lambungku,
Kan kukembalikan kepada mereka, dalam bentuk kotoran hitam dari dosaku
Selamat malam Nak.
Semoga esok jiwamu kembali pulih
Semoga esok jiwamu kembali pulih
Pulih dari ketiadaan, bangkit dari penjajahan
Bangkitkan semangat marhaenismu,
Hingga mereka tahu, tangan kiri masih berdisi tegak di atas sang surya
Hingga mereka tahu, tangan kiri masih berdisi tegak di atas sang surya
Komentar
Posting Komentar