Katanya hidung belang
Nyatanya tidak
Bulat dan hina
Mukanya layak dicerca
Cerutunya habis dipatahkan
Agar tidak mencari lubang
Agar tidak mencari lubang
Pria tua tidak berotak
Mencari desahan wanita muda
Lelaki kasar dan bau, sangat menjijikkan
Peluh keringatnya asam dan asin
Kutil di lehernya menyala bak anjing mengonggong butuh hisapan
Kepalanya yang sudah setengah botak lebih menjijikkan
Penuh dengan luka borok
Rambutnya saja sudah tidak ada
Begitu juga dengan tenaganya
Begitu juga dengan tenaganya
Katanya penikmat muda
Akarmu saja sudah berserabut
Mudah patah dan goyah
Kau bilang penikmat bibir panas
Kuberi cabai agar kau kepedasan
Nikmat tidak?
Dasar pria mesum, berkulit keriput
Sudah tua, bau tanah
Sudah tua, bau tanah
Ketika ku sudah di surga, kan kukunjungi kau di neraka
Menonton cerutumu menikmati sarang bara api
Menonton cerutumu menikmati sarang bara api
Puisi ini ditulis pada 18 Juli 2017
Komentar
Posting Komentar