Langsung ke konten utama

Bukan Rayuan

Kau tahu apa itu cinta?

Cinta adalah kau
Aku tak akan mencinta jika bukan kau

 Klasik! Bual! Tapi aku memang cinta
Tak percaya? Ya sudah...

 Kau tahu kuku jari?
Begitulah cintku padamu
Akan selalu ada dan tumbuh sampai akhir hayat menjemputku

Kau tahu berapa titik terdalam laut?
Kuyakin kau tidak akan tahu, begitu juga denganku
Kutak tahu seberapa dalam cintaku padamu
Aku tidak sedang merayu
Aku nyata dengan cintaku

 

Kau tahu berapa banyak bulir gerimis ketika hujan?
Tentu tidak! Aku juga..
Kutak tahu seberapa banyak bulir cinta di hatiku

 

Sudah kukatakan, aku tidak sedang merayu

Maafkan aku seperti binatang jalan yang memburumu

Tapi aku memang cinta kau

Ah, sudahlah jika tidak percaya

Tapi satu hal, kutak akan mencintai jika bukan kau

 

Ttd

Pecintamu

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Manis di Secangkir Kopi Pahit

Kuseruput kopi pahit panis di tengah langit sore yang menangis Kembali kuteguk sembari memandang perih keluar jendela Masih terngiang kalimat manismu "Hai Adekku." "Aku penggemar setiamu." "Adeku, sudah makan?" Rayuan indah yang menghujam jantungku Membujuk dan menggelitikku Kalimat sederhana yang membuka gerbang hatiku Lambat laun namun pasti, kumenyukai semua yang ada padamu Tampak urat nadimu yang timbul ketika menyentuh jemari tanganku Senyumanmu yang membuatku diam membeku Kecup manismu masih membekas di bibirku Dekap hangat badanmu memberikan rasa nyaman di dadaku Kau.. Ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah kumiliki Waktu memberikanku kesempatan untuk mencintaimu Menikmati proses manisnya cinta dan pahitnya rindu Diam seribu bahasa, menangis sendu, adalah ungkapan rinduku yang tertimbun saat kau jauh dariku Aku bukanlah wanita sempurna yang mampu mengisi kekuranganmu Kini, segala rasa yang kita...

Bual

Spontan kutertegun Mendengar pernyataan cinta yang sederhana Sebuah kata klasik aku sayang kamu Untaian kata yang menarik tapi menusuk Aku tak pernah menyangka Jika kumendengar degungan itu dari pria bertuan sepertimu Aku benci dengan segala keadaan yang ada Aku benci dengan rasa ini Karena kutahu itu semua bual

Bunga Luka

Kau ibaratnya bunga Memiliki kelopak indah nan cantik Berwarna pelangi harum pertiwi Berbatang kokoh bak batu Watak keras penuh keegoisan Berdaun hijau dan berulat Berakar panjang dan tak teraih Kau berduri, perih jika tertusuk Memberi luka dan berdarah Menghasilkan air mata dan meringis Namun kau berwarna Merah darah, putih kertas Kau indah tapi sakit Kau bunga lukaku