Langsung ke konten utama

Salah Siapa?


Kutermenung di kala senja
Menatap pepohonan rindang dengan burung tekukurnya
Menatap sendu, bernafas panjang

Masih ingatkah kau ketika kau bilang cinta?
“Kamulah satu-satunya”
Kau bilang tak ada yang sepertiku

“I Love You forever”
Password cinta kita ketika saling bercengkrama di udara
Kau bilang aku adalah perjuangan
Kau selalu hadir ketika ku sendiri di kota mungil itu

Merasakan hangatnya pelukanmu
Melumat bibimu
Itu adalah keinginanku di masa depan nanti
Menjadi ibu dari anak-anakmu adalah impianku
Aku adalah wanitamu

Namun kutahu itu hanya sebuah mimpi
Ketika kau katakan cinta kita tak berguna
Engkau mendustai cinta kita

Tuhan memang satu, kita yang tak sama
Tapi cinta tak bisa memilih
Cintaku tak salah
Cintamu juga tak salah
Siapakah yang salah?

Kau hiraukan aku diam-diam
Tak memberi kabar, tak memberi cinta
Hingga ku mati diam-diam
Jika kata orang sakit tapi tak berdarah
Namun cintaku berdarah
Cintaku memberi luka berbekas
Hingga kutrauma untuk bercinta

Apakah kusalah mencinta terlalu dalam?
Kutahu kita akan bersama jika kuikut denganmu
Namun kau tetap tak mengindahkanku
Mengapa?

Salah siapa?

Cintaku?
Agamaku?
Bualanmu?
Agamamu?
Tuhanku?
Tuhanmu?

Salah siapa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Manis di Secangkir Kopi Pahit

Kuseruput kopi pahit panis di tengah langit sore yang menangis Kembali kuteguk sembari memandang perih keluar jendela Masih terngiang kalimat manismu "Hai Adekku." "Aku penggemar setiamu." "Adeku, sudah makan?" Rayuan indah yang menghujam jantungku Membujuk dan menggelitikku Kalimat sederhana yang membuka gerbang hatiku Lambat laun namun pasti, kumenyukai semua yang ada padamu Tampak urat nadimu yang timbul ketika menyentuh jemari tanganku Senyumanmu yang membuatku diam membeku Kecup manismu masih membekas di bibirku Dekap hangat badanmu memberikan rasa nyaman di dadaku Kau.. Ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah kumiliki Waktu memberikanku kesempatan untuk mencintaimu Menikmati proses manisnya cinta dan pahitnya rindu Diam seribu bahasa, menangis sendu, adalah ungkapan rinduku yang tertimbun saat kau jauh dariku Aku bukanlah wanita sempurna yang mampu mengisi kekuranganmu Kini, segala rasa yang kita...

Bual

Spontan kutertegun Mendengar pernyataan cinta yang sederhana Sebuah kata klasik aku sayang kamu Untaian kata yang menarik tapi menusuk Aku tak pernah menyangka Jika kumendengar degungan itu dari pria bertuan sepertimu Aku benci dengan segala keadaan yang ada Aku benci dengan rasa ini Karena kutahu itu semua bual

Bunga Luka

Kau ibaratnya bunga Memiliki kelopak indah nan cantik Berwarna pelangi harum pertiwi Berbatang kokoh bak batu Watak keras penuh keegoisan Berdaun hijau dan berulat Berakar panjang dan tak teraih Kau berduri, perih jika tertusuk Memberi luka dan berdarah Menghasilkan air mata dan meringis Namun kau berwarna Merah darah, putih kertas Kau indah tapi sakit Kau bunga lukaku