Langsung ke konten utama

Rinduku yang Risau


Aku kembali menangis
Bulir mutiara rindu terjatuh di bekas kecupmu
Rasa gundah saat tak dapat kutatap kedua bola matamu

Kisah pilu yang dibangun dari cinta tak beraga
Beralaskan nekat dan bunga pengagum
Bertatap malu saat kau ucapkan, “I love you”
Hingga kujatuh ke dalam pelukmu

Bulan dan bintang adalah rekanku mengelabui rindu
Menunggu malam saat kau menyisihkan waktu untukku
Karena siang adalah pemilik sang langit dan matahari

Angin malam dan dinginnya tulang rusukku, saat bahagiaku mengadu kasih
Bercumbu di warung kopi, sambil tertawa meski hati diiris sembilu
Menikmati kisah tak berujung yang sedang berdiri tegak di atas cula badak
Riwayat cinta kilat dua insan muda, bukan kekasih kataku

Ribuan malam kita nikmati bersama
Malam buta, larut tak bergeming
Diseduhi hujan renyai bersama rindu dendamku
Dan kini, kutinggal bersama bekas gelap bayangmu

Cerita berantai, berakhir dengan getirnya pahit
Tanpa perpisahaan, tanpa isu
Jejak tubuhmu yang masih menempel, selalu membuatku risau akanmu
Cemas tak menentu
Gundah gulanna menyelimuti hariku
Sedang apa dan dimana, hai kamu lelaki kopiku

Aku rindu kamu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenangan Manis di Secangkir Kopi Pahit

Kuseruput kopi pahit panis di tengah langit sore yang menangis Kembali kuteguk sembari memandang perih keluar jendela Masih terngiang kalimat manismu "Hai Adekku." "Aku penggemar setiamu." "Adeku, sudah makan?" Rayuan indah yang menghujam jantungku Membujuk dan menggelitikku Kalimat sederhana yang membuka gerbang hatiku Lambat laun namun pasti, kumenyukai semua yang ada padamu Tampak urat nadimu yang timbul ketika menyentuh jemari tanganku Senyumanmu yang membuatku diam membeku Kecup manismu masih membekas di bibirku Dekap hangat badanmu memberikan rasa nyaman di dadaku Kau.. Ciptaan Tuhan yang paling indah yang pernah kumiliki Waktu memberikanku kesempatan untuk mencintaimu Menikmati proses manisnya cinta dan pahitnya rindu Diam seribu bahasa, menangis sendu, adalah ungkapan rinduku yang tertimbun saat kau jauh dariku Aku bukanlah wanita sempurna yang mampu mengisi kekuranganmu Kini, segala rasa yang kita...

Bual

Spontan kutertegun Mendengar pernyataan cinta yang sederhana Sebuah kata klasik aku sayang kamu Untaian kata yang menarik tapi menusuk Aku tak pernah menyangka Jika kumendengar degungan itu dari pria bertuan sepertimu Aku benci dengan segala keadaan yang ada Aku benci dengan rasa ini Karena kutahu itu semua bual

Bunga Luka

Kau ibaratnya bunga Memiliki kelopak indah nan cantik Berwarna pelangi harum pertiwi Berbatang kokoh bak batu Watak keras penuh keegoisan Berdaun hijau dan berulat Berakar panjang dan tak teraih Kau berduri, perih jika tertusuk Memberi luka dan berdarah Menghasilkan air mata dan meringis Namun kau berwarna Merah darah, putih kertas Kau indah tapi sakit Kau bunga lukaku